Anda adalah pengunjung ke 18654 dengan alamat IP 44.192.27.11 dan browser Something else. Sampai saat ini kami memiliki 285 anggota. Hari ini ada 0 Member baru, yaitu:

Alat Musik Tifa: Produk Asli Kebudayaan Indonesia Timur

Alat Musik   28 Feb '2021    0 Komentar    14 view

Budaya seni tradisional sangat beragam di Indonesia, salah satu cabangnya berada di bidang musik. Musik dimainkan menggunakan alat musik tradisional yang merupakan identitas suatu daerah. Salah satu alat musik tradisional di Indonesia adalah Tifa. Kali ini Munus akan membahas sejarah dengan cara bermain alat musik Tifa.

Sejarah Alat Musik Tifa
Instrumen musik Tifa berasal dari Indonesia Timur, yaitu wilayah Papua dan Maluku. Banyak versi historis dari penemuan alat musik Tifa. Sejarah bervariasi tergantung pada masing-masing wilayah. Namun, ada sejarah penemuan Tifa yang sangat terkenal, yaitu di daerah Biak. Berbentuk seperti cerita rakyat yang masih terkait erat dengan mitos, ceritanya dipercaya oleh masyarakat setempat.

Itu diceritakan di daerah yang disebut Maryendi menjalani dua saudara kandung. Kedua saudara bernama Faimun dan Sarenbeyar. Nama-nama ini memiliki makna yang sangat baik. Fraimun memiliki arti dari warware yang pegangan dapat membunuh, sementara Sarenbeyar yang terdiri dari dua kata adalah Saren yang berarti busur dan manik-manik yang merupakan panah yang bermakna diinstal pada busur.

Fraimun dan Sarenbeyar pergi dari wilayah asal mereka, Maryendi, karena desa itu tenggelam. Mereka kemudian bepergian untuk menemukan area baru yang bisa dihuni sampai nanti menemukan area di Biak Utara bernama Wampember. Mereka kemudian tinggal dan menetap di sana.

Ketika mereka berburu di malam hari, mereka melihat sebuah pohon bernama Opsur. Pohon ini adalah pohon yang membuat suara di tengah-tengah hutan. Karena sudah sangat terlambat, kedua saudara ini pulang dan kembali ke tempat yang sama pada hari berikutnya. Ketika saya tiba di titik yang sama di mana Opsur berada, mereka menemukan bahwa ada beberapa hewan yang tinggal di sana seperti lebah madu, SOA-SOA, kadal, dan hewan lainnya.

Karena keingintahuan, kedua pria itu menebang pohon itu kemudian mengeruk bagian dalam kayu sampai beratnya berbentuk seperti pipa. Alat yang digunakan untuk mengeruk adalah Nibong, yang merupakan jenis besi panjang yang ujungnya sangat tajam. Setelah menyelesaikan pengerukan, pusat dibakar dengan tujuan agar lebih rapi.

Setelah kayu berbentuk tabung yang rapi, Fraimun dan Sarenbeyar bermaksud untuk menutupi salah satu lubang dengan menggunakan kulit paha saudara. Namun, karena terasa sangat menyakitkan, maka niatnya dibebaskan. Mereka kemudian bernegosiasi dan menemukan gagasan menggunakan kulit binatang sebagai penutup.

Kulit binatang yang digunakan adalah SOA-SOA. Mereka memanggil SOA menggunakan bahasa biak yang bertuliskan "Hei, Napiro Bo ..." berulang kali sampai mereka merasa bahwa hewan itu mengerti apa yang mereka bicarakan. SOA kemudian menyerah dan menyerah pada akhirnya berkulit. Kulit akhirnya dipasang pada satu lubang menggunakan rotan sebagai binder.

Bahan untuk membuat alat musik Tifa
Tifa terbuat dari kayu berkualitas terbaik di daerah Papua, yaitu kayu Lengguan. Kayu Lengguan terkenal karena kuat dan tebal sehingga dikategorikan sebagai kayu nomor satu yang cocok untuk membuat alat musik. Kayu akan dikeruk oleh pusat sehingga menyerupai pipa.

Untuk menutupi salah satu bagian berlubang, bahan yang digunakan adalah kulit hewan. Hewan yang biasanya digunakan adalah Monitor Lizards, SOA-SOA, dan Rusa. Setelah kulit binatang dikuliti, kemudian dilanjutkan dengan mengeringkannya ke kering, semakin kering kulit, suara yang dihasilkan juga lebih khas. Rotan digunakan untuk bersatu antara tabung kayu dengan kulit kering.

Selain itu ada juga ukiran pola khas di atas kayu. Ukiran memiliki fungsi untuk menunjukkan hal-hal tentang kegiatan sehari-hari dan rasa terima kasih dari pembuatnya. Selain itu, motif menunjukkan posisi apakah orang tersebut adalah PAKAS ANEM (Kepala Suku) atau hanya masyarakat biasa.

Ada perbedaan mendasar dalam TIFA yang berasal dari Papua dan Maluku. Tifa dari Papua memiliki pegangan di sisinya dan memiliki bentuk yang lebih ramping, sementara Tifa Maluku memiliki tabung tanpa pegangan dan pengukuran yang lebih luas. Tifa sendiri memiliki beberapa jenis yang ditentukan oleh bidang asal dan juga suara yang dihasilkan, termasuk area Tifa, Tifa Cut, Tifa Basic, dan Tifa BAS.

Fungsi Alat Musik Tifa
Tifa memiliki fungsi untuk bermain ketika upacara besar dan peringatan tertentu. Selain itu, alat musik ini biasanya dimainkan untuk menemani tarian tradisional seperti tarian Gelsi, Tari Asmat, dan tarian tradisional lainnya. Ini karena bentuk dan suara yang dihasilkan masih sangat tradisional dan cocok untuk kegiatan tradisional lainnya. Meski begitu, alat musik Tifa ini telah terkenal di seluruh negeri bahkan ke tingkat global.

Cara Memainkan Alat Musik Tifa
 Selayaknya gendang yang merupakan instrumen khas Jawa, alat musik Tifa dimainkan dengan dipukul / ditindik. Karena memiliki bentuk yang lebih ramping dan tidak terlalu berat, suara yang dihasilkan oleh Tifa menjadi lebih ringan, tidak berat dan berdengung seperti drum. Orang yang bermain biasanya pria dewasa dengan tangan kosong.

Kesimpulan
Instrumen musik Tifa dari Indonesia Timur adalah instrumen tradisional yang digunakan untuk kegiatan adat dalam bentuk upacara besar. Suara yang dihasilkan sangat cocok untuk menemani berbagai kegiatan adat dan memiliki bentuk yang mewakili nilai kustom suatu area. Kekayaan budaya ini layak diawetkan sehingga akan bertahan lama sampai cucu-cucu kita nanti.


Tags : Alat, Musik, Tifa, Produk, Asli, Kebudayaan, Indonesia, Timur
Author
Kota : Tanjungpandan
Prov : Kepulaun Babel
Negara: Indonesia
Tentang saya:
Hanya orang biasa saja..
Untuk Pendaftaran Klik Daftar

Tulis Komentar

Silahkan login untuk menulis komentar.

Komentar

Belum ada komentar.

Login

Online: 1
Users: 0
RajaBacklink
Visitor 18654
Artikel 214
Diskusi 3
Upload 314
Foto 41
Komentar 33
Anggota 285
Penulis Artikel 8
Penulis Diskusi 3
Uploader 11
Foto Uploader 6