Anda adalah pengunjung ke 8794 dengan alamat IP 3.226.248.180 dan browser Something else. Sampai saat ini kami memiliki 236 anggota. Hari ini ada 0 Member baru, yaitu:

Cara Setting Sound System Organ Tunggal Yang Baik Dan Benar

Yamaha   22 Jun '2020    0 Komentar    121 view

Cara Setting Sound System Organ Tunggal Yang Baik Dan  Benar  Bila anda sudah memiliki peralatan yang di butuhkan untuk Organ Tunggal, nah sekarang adalah bagaimana untuk setting peralatan tersebut secara sederhana.

Perlu saya ingatkan setting alat ini adalah pengalaman dari penulis sendiri , dimana penulis bukan master atau ahli dalam sound system, namun juga baru belajar, belajar dan belajar terus untuk pengetahuan sound system atau tata suara.

Ini adalah cara - cara dasar tentang bagaimana untuk mengatur sistem suara organ tunggal untuk panggung kecil yang biasanya digunakan oleh saya maupun rekan lainnya di lapangan pada waktu acara pernikahan maupun acara lainnya dalam skala kecil baik indoor maupun semi outdoor.

hanya perlu sedikit usaha untuk melakukan setting pengaturan tata suara namun perlu benar - benar untuk anda perhatikan.

Tempatkan Speaker Utama Dikanan atau kiri sisi depan panggung menghadap ke audiens atau penonton namun jangan terlalu rapat dengan panggung

Penempatan Speaker

Tempatkan Speaker Utama Dikanan atau kiri sisi depan panggung menghadap ke audiens atau penonton namun jangan terlalu rapat dengan panggung , kalau memungkinkan kasih jarak 1 meter kanan dan kiri. pastikan kabel speaker anda sampai ke power mixer.

Tempatkan speaker monitor di lantai depan panggung menghadap ke penyanyi dan player atau kedua sisi kiri dan kanan  dari panggung terebut. penempatkan monitor di panggung karena monitor digunakan sebagai kontrol vokal dan musik setiap orang yang tampil di panggung yang akan di lakukan kontrol tersebut oleh operator sound system.

Penempatan operator sound system yang mengoperasikan power mixer sejatinya harus di tempatkan di depan seberang panggung untuk memonitor suara yang keluar dari speaker utama, namun bila tidak bisa atau tidak memungkinkan bisa juga di tempatkan di sisi panggung atau belakang panggung namun sediakan monitor speaker 8 inch atau pakai headphone untuk recording, jadi operator bisa kontrol suara main speaker dari situ.

Lakukan cek suara setelah Anda terhubung semua speaker utama / main speaker dan speaker monitor. Anda harus memastikan Terlebih dahulu bahwa semua speaker atau monitor sudah dapat bekerja dengan baik.

Fakta tentang Keyboard Yamaha:

  1. Keyboard Yamaha paling mudah berafiliasi dengan berbagai software yang beredar saat ini. Contohnya: Cakewalk Pro Audio 9. Struktur midi dan style Yamaha sangat dekat dengan sistem Cakewalk. Buktinya, style Yamaha bisa dibuat dengan hanya menambahkan kode marker fn: Main A, fn: Fill in AA, dst pada bar midi di Cakewalk. Merek keyboard lainnya memiliki sistem yang berbeda dengan Cakewalk.
  2. Banyak orang tertarik mengembangkan software untuk Yamaha. Misalnya, midi2style (software membuat style dari midi dengan program java), One Man Band (software untuk main keyboard di komputer, memutar midi,  dan membuat style Yamaha). Selain yang saya sebutkan ini, masih banyak software lainnya, misalnya style player, style maker dengan pengembangan CASM, Voice editor, OTS editor, dan lain-lain.
  3. Yamaha paling banyak merilis tipe keyboard dari low end, medium end, hingga profesional end. Produk Yamaha antara lain tipe PSR (PSR 210, 420, 350, 450, 550, 630, 720, 1000, 1500, 2000, 2100, 3000, 9000, PSR E-213, E-413, E-423, PSR S-500, S-550, S700, S-710, S-900, S910), tipe DGX, YPT, Tyros 1,2,3, dan 4,  dan dll.
  4. Kursus musik di Indonesia kebanyakan menggunakan keyboard Yamaha (baik yang versi piano maupun yang versi arranger).
  5. Pengoperasian yang mudah dengan menggunakan istilah teknis yang mudah dipahami. Misal, Intro, Main, Fill-in, Ending, Start/Stop, transpose, metronom, voice (di keyboard lain ada yang menyebutnya tone, program) style (di keyboard lain, misalnya Casio menyebutnya rhythm), dll.
  6. Style Yamaha relatif mudah didapatkan baik yang gratis (ada ribuan di internet dengan kualitas bervariasi (bagus, tidak bagus), maupun yang berbayar.
  7. Promosi Yamaha sangat gencar di seluruh dunia (banyak video tentang Yamaha bisa ditonton lewat Youtube, dan banyak situs (resmi dan tidak resmi) yang secara langsung maupun tidak langsung mempromosikan Yamaha.
  8. Keyboard Yamaha hampir pasti bisa ditemukan di semua toko keyboard, dan akhirnya Yamaha bisa dengan mudah kita temukan ke mana saja kita pergi di seluruh nusantara.

Kontroversi tentang Yamaha:

  1. Beberapa user mengatakan bahwa Yamaha kurang dalam inovasi. Sebagai contoh Tipe PSR 1500, 3000, S700, S710, S900, S910 tidak ada tampak inovasi, “hanya” perubahan casing dan penambahan style dan voice untuk tipe selanjutnya. (Hal ini perlu dikonfirmasi kebenarannya).
  2. Ada forum (luar dan dalam negeri) yang membahas tentang “bad design” di fill in Yamaha. Ada loncatan (baca: cacat) aransement apabila kita pindah dari Main A ke Main D, dan apabila tombol fill in ditekan dengan timing yang kurang pas, maka fill in berjalan dengan tidak sempurna (hanya suara drum yang tetap berjalan secara benar, sedangkan bass dan chordnya mengikuti pola bass dan chord Main yang akan dituju, padahal pola bass dan chord di Fill in umumnya berbeda dengan yang ada di Main).
  3. Banyak orang mengeluh tentang karakter output suara Yamaha kurang optimal (ada yang menyebut datar, kurang nendang, kurang tebal, kurang real, dll). Padahal yang sebenarnya adalah tidak ada suara internal keyboard yang suaranya benar-benar real seperti suara instrumen aslinya, yang ada adalah tingkat kemiripan suara masing-masing keyboard dengan instrumen aslinya berbeda-beda (sangat mirip, mirip, agak mirip).

Pendapat penulis Pribadi tentang Keyboard:

Setelah penulis mencoba banyak merek keyboard dengan berbagai tipe (Yamaha: PSR 210, 350, 450, 550, E-413, S500, S550, S710, S910; Roland: EXR-5, E-09, E-50, E-60; Korg: Pa-50, Pa-500, Technics: KN2000, KN6500, KN7000, KN2400, KN2600; Casio: CTK-881, WK-1800, WK-3800), maka penulis dapat membuat kesimpulan sebagai berikut:

  1. Masing-masing keyboard memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing.
  2. Janganlah menjadi user fanatik. Kalau ada kesempatan, silahkan pakai keyboard apapun supaya anda punya perbandingan. Analogi: Jangan Anda katakan buah jeruk Anda yang paling manis, padahal Anda belum pernah memakan jeruk saya dan orang lain.
  3. Bila Anda ingin membandingan keyboard secara terbuka, gunakan prinsip “fair” dengan apple vs apple, selevel, dan segenerasi. Tidak adil membandingkan Casio CTK-5000 dengan KN-7000, Yamaha PSR S -910, Korg Pa-50, Roland E-50. Contoh perbandingan yang adil adalah Casio CTK-5000 vs Yamaha PSR E-413, Korg Pa-50 sd vs Yamaha PSR S-710.
  4. Sah-sah saja menyampaikan kekurangan sebuah produk keyboard dengan tujuan informatif dan edukatif dan akan lebih bijak kalau Anda bisa mencarikan solusinya. Jangan Anda mengklaim bahwa merek A lebih bagus dari semua merek lainnya. Analogi: Anda pasti akan menilai bahwa pacar Anda cantik /ganteng, tapi belum tentu menurut saya, dan orang lain.
  5. Bijaklah membeli keyboard sesuai kebutuhan dan kemampuan. Tidak perlu membeli keyboard harga puluhan juta kalau hanya untuk belajar atau dipakai di rumah, kecuali Anda punya alasan tertentu untuk itu.

Demikian Tentang Bagaimana Cara Setting Sound System Organ Tunggal Yang Baik Dan  Benar  Semoga Artikel Ini bermanfaat untuk Kalian yang menggeluti di dunia sound System Organ tunggal.


Tags : Cara, Setting, Sound, System, Organ, Tunggal, Yang Baik, Dan Benar

Author
Kota : Tanjungpandan
Prov : Kepulaun Babel
Negara: Indonesia
Tentang saya:
Hanya orang biasa saja..
Untuk Pendaftaran Klik Daftar

Tulis Komentar

Silahkan login untuk menulis komentar.

Komentar

Belum ada komentar.


Online: 1
Users: 0


Visitor 8794
Artikel 170
Diskusi 3
Upload 311
Foto 41
Komentar 25
Anggota 236
Penulis Artikel 8
Penulis Diskusi 3
Uploader 9
Foto Uploader 6