Anda adalah pengunjung ke 1 dengan alamat IP 34.204.180.1 dan browser Something else. Sampai saat ini kami memiliki 302 anggota. Hari ini ada 0 Member baru, yaitu:

Jadi Selera Nasional, Inilah Awal Mula Sejarah Musik Dangdut Koplo

Sejarah Musik   31 Mar '2021    0 Komentar    200 view

Tidak disangkal jika dangdut sebagai jenis musik paling fantastis di Indonesia. Kemampuan dangdut bukan hanya ada pada faktor musikal, tetapi ikut ada pada faktor kontekstual. Dalam masalah ini, dangdut selalu dimisalkan dekat sama rakyat. Kecuali alunan musiknya yang membuat untuk bergoyang, text dari lagu dangdut ikut bercerita keketiran dan ceritacerita bersedih seperti yang dirasakan oleh warga.

Nilai kecocokan itu tumbuhkan kesetiaan kebersama-samaan yang lengkap untuk warga. Bila dilihat dari perubahannya, dangdut sebagai kombinasi dari beberapa macam musik yang ada. Ini memberikan indikasi jika dangdut sebagai kombinasi atau gabungan dari musikmusik yang sudah berkembang awalnya di Indonesia.

Keberadaan dangdut bisa terbangun karena tipe musik ini ingin alami perubahan bersamaan dengan pengubahan jaman yang ikut memengaruhi kebudayaan, manusia, sampai sudut pandang warga. Disamping itu, timbulnya jenis baru dalam musik tidak lepas dari kreasi beberapa komposer, penulis lagu, musikus, warga dan kebudayaan di tempat.

Bila melihat kembali ke masalah seni yang paling dasar. Kesenian sebagai salah satunya elemen dari 7 elemen kebudayaan, kecuali mekanisme religius, bahasa, ilmu dan pengetahuan, mekanisme kekeluargaan, mata penelusuran, dan tehnologi (Koentjaraningrat, 1979).

Dalam perbincangan kebudayaan yang lebih general, tidak ada budaya yang asli dari sebuah tempat. Kebudayaan sebagai dari proses perjalanan panjang dan ada beberapa dampakpengaruh yang ada. Selalu terjadi proses akulturasi, asimilasi, bahkan juga hibridasi kebudayaan yang terjadi pada suatu proses kebudayaan.

Dalam masalah ini warga mendefinisikan musik dangdut dengan budaya di tempat dan membuatnya kembali jadi suatu hal yang baru bahkan juga berlainan dari dangdut awalnya, dan diantaranya ialah dangdut koplo asal Jawa Timur yang berkembang cepat di Pantura. Dangdut koplo yang berkembang di Jakarta ikut jadi ulasan yang memikat.

Jika disaksikan dari asal muasalnya, pemberian nama Dangdut, dibuat karena ada suara "dang" dan "dut", pada tabla atau kendang sebagai keunikan dari tipe music itu. Suara kendangan jadikan jenis ini memiliki ketukan yang unik dan cocok.

Bila berangkat dari etimologinya, sesungguhnya kata dangdut sendiri ditujukan sebagai kata cemoohan atau olokan untuk instrumen Melayu dengan style Hindustan yang mengikut suara tabla dengan membunyikan suara terentu hingga kedengar "..dangduuut" (Banoe,2003:108).

Dari etimologi dangdut itu, secara eksplisit bisa dijumpai jika musik dangdut sebagai kombinasi dari musik melayu dan musik india, dan hasilkan harmonisasi suara baru, yakni dangdut.

Menurut Suseno, istilah Dangdut baru ada dan terkenal di tahun 1970-an, kata dangdut ditandai berawal dari bunyi kendang yang umumnya dipakai dalam atraksi dangdut, seperti tabla. Di waktu itu Billi Silabumi cuman menghina jenis (musik dangdut) baru dalam kata dangdut di mass media. Akhirnya media ikut memiliki kontributor yang lumayan besar dengan jadikan musik kombinasi ini jadi musik Dangdut (2005:24-27).

cikal akan Musik Dangdut sendiri sudah berkembang semenjak tahun 1950an, bermula dari perubahan musik yang paling dikuasai oleh perubahan jaman ketika itu. Dengan diawali Musik Melayu Deli, Melayu Deli ini sebagai musik Indonesia dengan sentuhan Semenanjung Melayu (Weintraub, 2010).

Pada waktu itu musik berkiblat pada jenis pop dan pop Melayu. Ada kebosanan dengan Pop, karena itu ada nuansa musik elemen India, pada waktu itu film India mendominasi perfilman dan acara tv di Indonesia. Tidak disangkal jika Musik India pada waktu itu jadi kiblatmusikmasyarakat, terutamanya jawa.

Secara kontekstual, di saat itu penyebaran dampak India dan Timur tengah ikut dikuasai oleh keputusan Soekarno yang tutup lajur distribusi barat di saat itu (HB Raditya, 2013). Paska dari musik timur tengah, ditambah dampak yang diberi Soeharto di saat itu buka kesempatan barat kembali berkontestasi dalam industri di Indonesia, dan musik rock kembali datang di Indonesia secara legal (HB Raditya, 2013).

Sesungguhnya, bukan hanya rock yang punya pengaruh di saat itu, ialah musik latin dan fusion yang turut jadi kiblat musik dangdut. Sesudah musik-musik rock dan barat capai pucuknya, ada musik beraliran disco atau midi.

Antara tipe musik yang memengaruhi, keberadaan musik adat, wilayah, atau bisa kita sebutkan lokal, selalu terlindungi. Di mana musik dengan elemen etnik Indonesia, terutamanya Jawa Timur, ikut berkontestasi dengan dangdut. Musik wilayah masih memiliki kemampuan tertentu, seperti Didi Kempot, Trio Macan, dan lain-lain (Suseno, 2005: 34-52).

Dari beberapa elemen dan dampak musik yang memengaruhi Dangdut, bisa dibuktikan jika dangdut sebagai musik yang melewati jenis musik umumnya. Dangdut dapat adaptive seperti perubahan jaman. Ini sebagai kelebihan dangdut, karena dangdut bisa terima elemen musik dari mana saja untuk digabungkan. Seirama dengan hal itu, Lockard (1998)menyatakan jika:

Dangdut emerged from the pot of cultural fusion of Jakarta, a city sometimes compared to the spicy Indonesian salad of Gado-Gado due to his assimilation and income of peoples and ideas that come from outside. from outside.

Lockard mengutamakan jika dangdut sebagai percampuran seperti makanan gado-gado, yang bisa disimpulkan jika dangdut sebagai percampuran dari banyak tipe musik yang lain. Akhirnya dalam perubahannya dangdut tidak pernah lekang oleh waktu atau jaman. Seirama dengan Lockard, Sumadjo menjelaskan jika:

Identitas ialah kesesuaian antara beberapa unsur yang berbeda, kesimetrisan dan kesetimbangan yang terasanya antara mereka yang berbeda, yang membuat kedisiplinan dalam sebuah kesatuan. Karakter ini jadi identitas jika mekanisme jalinan abstar yang serupa berkali-kali direalisasikan dalam jumlah Terlihat. Sebuah identitas akan berbeda jika mekanisme jalinan abstarknya yang membetuk skema tertentu berbeda. (2010:52)

Ini menunjukkan jika cairnya tipe musik ini jadikan identitas dari dangdut makin kuat. Bercampurnya semua komponen musik jadi sebuah kesatuan baru yang membuat warga tidak kehilangan elemen apa saja. Dalam masalah ini dangdut menjelma sebagai sebuah partikel budaya dalam warga.

Bukan hanya itu, kehadiran musik dangdut ikut punya pengaruh pada peranan simboliknya pada warga, di mana nilai kebersama-samaan datang. Seringkali dangdut ikut jadi media share dan silahturahmi warga pada saat-saat tertentu.

Bahkan juga, dangdut ikut jadi media politik untuk kumpulkan massa -atau jadikan bintang dangdut sebagai anggota partai. Hal itu terjadi saat Partai Golkar memakai Rhoma Irama sebagai simbol mereka (Weintraub, 2010: 148). Warga kagum dengan hingar bingar si raja Dangdut. Tetapi pada perubahannya, dangdut yang digotong Rhoma tidak sendiri, ada dangdut yang lain yang ada disaat itu, yaitu Dangdut Koplo.

Secara bersejarah, asal kata dangdut sama gamangnya seperti pemberian nama dangdut koplo saat ini. Istilah Koplo tersebut masih juga dalam batasan abu-abu. Bila dijelajahi dari KBBI Edisi Ke-4 Tahun 2008, ada kata Koplo (kop.lo) yang berartikan dungu (dengan bahasa jawa). Tetapi ada arti yang lain, yaitu, Koplo pil yang memiliki kandungan zat psikotropika.

dangdut koplo oleh Weintraub (2010), beliau menjelaskan jika: istilah koplo yang merujuk pada style pertunjukan, irama gendang, tempo-cepat. Menurut pengetahuannya istilah ini berawal dari "pil koplo", musik koplo dahulunya sebagai langkah mengutarakan rasa teler mengenai style tarian yang dipandang orang sebagai hal yang "susah dipercayai" atau "ajaib". Dangdut koplo terbentuk di awal sampai tengah 1990an, dan meledak pada zaman pasca-soeharto.

Pada intinya, dangdut koplo terbentuk di Jawa Timur, tapi tidak bisa dipastkan aslinya dengan detail. Dangdut koplo diprediksi tidak berawal dari jawa timur, tapi cuman berkembang saja. Hal itu karena, gendangan jaipongan yang masuk di jawa timur seputar tahun 1980an dan berkembang dalam permainan musik di Jawa Timur (Weintraub, 2010:252). Akhirnya tidak bisa disangkal perubahannya yang menebar secara luas.

Pada factor musik, musiknya benar-benar kental dengan dampak bermacam style musikal, terhitung metal, house, dangdut dan jaipongan. Pada iringan musik dangdut koplo, supremasi tabla/kendang yang bersuarakan "dang" lebih menguasai dibandingkan "dut", atau tehnik geser tangan di susunan kulit tabla/kendang itu, dan imbas yang terjadi saat "dang" lebih menguasai membuat situasi semakin meriah (HB Raditya, 2013).

Pandangan saya pada supremasi "dang" pada dangdut koplo memberi ketidaksamaan dengan dangdut yang dikuasai "dut", hingga memberi ruangan joget tertentu pada dangdut. Sedang dalam isi hal sama pada musik dangdut koplo, koplo lakukan banyak sengga'ansengga'an seperti "dum plak ting ting joss" atau yang lain.

Pada perubahannya, dangdut koplo menyebar di jawa timur, dan penyebaran paling luasnya ada di lajur pantura. Hal itu bisa dibuktikan dengan adanya banyak group dangdut koplo di sejauh lajur pantura, dan penempatan lagu dangdut koplo di sejauh jalan pantura jika kita naiki transportasi massal di situ. Penyebaran dangdut koplo ke wilayah lainnya bisa dirasa saat peristiwa Inul Daratista masuk di industri musik nasional.

Penyebaran dangdut koplo semakin luas bahkan juga sporadis. dangdut koplo memiliki tempat tertentu pada pertelevisian Indonesia, bahkan juga dangdut koplo gantikan peranan dangdut di tv. Pelantun dangdut yang junjung otensitas dangdut makin tergeser tempatnya.

Otensitas dangdut makin tergeser tempatnya. Hingga ada sentimentsentimen tertentu, hal itu bisa dibuktikan saat, penulis bertandang ke sebuah seminar, yang dalam seminar itu ada anggota dari Dangdut, beliau mengatakan jika "menurut Rhoma Irama, Koplo bukan tipe dari Dangdut, Koplo bukan Dangdut". Pembacaan yang saya kerjakan atas ini ialah karena patronase yang terbatas dari aktor dangdut. Ditambah situasi semakin kotor saat industri musik dangdut di tahun akhir-akhir ini jadikan dangdut koplosebagai kiblat.

Dangdut koplo pada perkembagannya sudah menebar ke segala penjuru, demam Inul daratista jadi kenaikan yang besar sekali pada dangdut koplo. Hal itu membuat dangdut koplo makin berkembang dan lebih bisa dicicipi oleh beberapa pendengar musik Indonesia.

Bila melihat dari sisi performnce, dangdut koplo benar-benar menunjukkan perform yang enerjik. Kemampuan dangdut koplo ialah ke-enerjikan musik dan vokalis. Tetapi ini ikut membuat stigma yang bikin rugi, karena menguasai vokalis dangdut koplo berpembawaan seksi.

Penyebaran yang semakin makin tambah meluas dikuatkan oleh pengakuan Weintraub jika : Beberapa grup/Instrumen Melayu (O.M.) dangdut koplo berjaya di beberapa wilayah, seperti bisa dibuktikan dari VCD "Dangdut Koplo" yang ditawarkan sampai ke Maluku. (2010:251). Bukan hanya itu, tahun 2015 ini, ada acara tv yang dengan judul "Bintang Pantura", sampai dua seri.

Bila dilihat dari oraganologi yang dipakai, tidak ada ketidaksamaan yang berarti. Seperti, gitar, organ, bass, drum, suling, kecimpring, dan pemain tabla/kendang. Hal yang membandingkan ialah langkah mainkan alat musik itu. Ini mengarah pada intepretasi pemain lokal pada dangdut itu. Beberapa pemain mendefinisikan alat musik itu dan menterjemahkan dengan style yang mereka punyai, dan hal yang paling kelihatan dalam musik dangdut koplo ialah permainan /kendang.

Pemain tabla dangdut yang umumnya menunjukkan gesekan kulit tangan dan kulit tabla yang hasilkan suara "dutt", disimpulkan lain dalam pemakaian tabla, namun pada dangdut koplo permainan tabla/kendang ditranslate karena ada habitus dari beberapa pemain, seperti musik keroncong, jaipong, house, melayu dan dangut tersebut. Akhirnya bunyi yang lebih ditonjolkan ialah bunyi "dang". Bunyi "dang" yang memimpin permainan musik dangdut koplo ikut disimpulkan sebagai pengontrol tempo.

Untuk beberapa pendengar, suara kendang jadi pemacu detak jantung beberapa pemirsa untuk selalu bisa berjoget seenerjik kemungkinan. Pemakaian kendang umumnya dipadukan padukan dengan suara pemain yang berteriak seperti "uuuuuu aaa", "tumpak ting ting "joss"", atau "asolole", teriakan-teriakan itu membuat situasi makin semarak dan aman di dalam permainan.

Skema permainan kendang memiliki kemampuan pada musik ini, dan pada kenyataannya, permainan kendang benar-benar sangat disukai oleh beberapa pemirsa, diantaranya ialah Benny: Ya, jika dangdut koplo itu, yang membuat senang kendangnya, itu nikmat sekali, denger saja juga tu semarak, nikmat ,membuat goyang dan asyik getho, membuat semangat mainankendangnya itu" Permainan kendang jadi energi musik yang lumayan kuat. Bila diakui hal tersebut yang membandingkan permainan dangdut dan permainan dangdut koplo. Permainan kendang "dang/tang" disimpulkan sebagai intepretasi pemain dari permainan jaipongan, ronggeng, tayub, musik house, dangdut, semua dipadukan.

Dalam dangdut koplo, ada elemen menarik yang lain, yaitu sengga'an. Tidak seluruh pemain kendang bisa mainkan sengga'ansengga'an, misalnya beberapa pemain tabla/kendang dari Jawa Barat, meskipun menurut riwayat, tabla/kendang yang dipakai di alterasi dari permainan tabla atau kendang Jawa Barat, tapi rasa yang keluar sekarang sudah berlainan. Permainan kendang Jawa Barat yang sedikit lebih lamban, dirubah jadi permainan Jawa Timur yang cepat sekali dan enerjik.

Kesuksesan beberapa pemusik dangdut koplo ialah saat beberapa pemirsa berhubungan langsung, seperti turut berjoged, melihat, sampai saweran. Dalam masalah ini, ada pembandingan yang cukup tipis di antara dangdut dan dangdut koplo, di mana saat dangdut dimainkan, joged yang terjadi ialah joged-joged dangdut biasanya, karena temponya yang mendayu atau beberapaya.

Sedang pada dangdut koplo joged yang terjadi ialah joged-joged yang bebas, yang terlepas, dan tanpa termonitor. Kemampuan joged memiliki makna yang paling utama pada dangdut koplo, yaitu sebagai kesuksesan pemain, sebagai pusat hubungan, dan transisi atau transfer kebudayaan melalui musik dangdut koplo ini. Biasanya, beberapa pemirsa benar-benar senang berjoged, adapun argumen dari salah satunya pemirsa yang namanya Hendi: "Koplo itu musiknya uelok, nikmat, unik kui lho, ada kombinasi di antara musik modern dan etnik, jadi itu nikmat sekali buat goyang" Goyang mejadi hal yang wajar untuk musik rakyat seperti musik dangdut koplo ini. Musik kerakyatan yang digotong melalui wilayah.

Hal yang lain yang membuat dangdut koplo jadi hal yang unik ialah permainan lagu itu. Permainan lagu yang ditampilkan umumnya beberapa lagu dangdut koplo, semua tipe lagu seperti pop, rock, melayu dan reggae yang diubah jadi versus dangdut koplo. Wajarnya pada sebuah lagu yang ditampilkan, pada verse pertama ialah versus asli, tapi saat telah di verse ke-2 , tabla/kendang bermain memulai, dan lagu itu berbeda dengan kendang dan alunan musik ala-ala dangdut koplo.

Sumardjo menjelaskan jika: "Seni ialah puncah budaya karena seni erat berkaitan dengan religius suku atau warga. Seni mendatangkan yang lembut, tidak Terlihat jadi Terlihat dan berbentuk" (2010:30).

Bila melihat dari skema seni, dangdut koplo tidak bisa disimpulkan sebagai sebuah keelokan. Tetapi seni yang bisa disaksikan dari ini ialah kenyamanan dari penduduknya (Kant lewat Hauskeller, 2015). Menambah Kant, Sumadjo menjelaskan jika: Seni yang lembut, yang transenden itu tidak namanya, tidak dapat disebutkan. Nalar dan seni berlainan, nalar selalu mereruksi seni dan seni dimiskinkan oleh nalar. Sedang sumbuer pengalaman seni itu ada insting manusia, di bawah sadarnya. Seni itu irasional. (2010:33)

Akhirnya persamaan ini menerangkan jika seni irasional dan kenyamanan sebagai hal kebudayaan, baik memiliki sifat diwujudkan, atau kebalikannya. Baik memiliki sifat laten, atau nyata. Dalam masalah ini Kant ikut menerangkan dengan detail:

And its about embodied and sensory. Art or what is defined as art engages aesthetic processe but is not their necessary or ultimate expression. The aesthetic is primary. The aesthetics forms are what human beings are already centered within as human beings.( lewat Hobart dan Kapferer,2005:5)

Anggapan pertama musikus dangdut koplo ialah usaha musikal paling real yang dipakai untuk warga seputar. Aksesbilitas warga wilayah pada musikus dangdut nasional sebagai hal yang muskil. Ketidaksamaan tempat, sampai harga atraksi dari musikus nasional seolah jadi jurang pembatas di antara lokal dan sentra.

Akhirnya harus ada usaha warga akan musik tersebut. Berangkat dari pengakuan Fredrich Nietzche, seorang filosofer asal Jerman, yang mengatakan jika "tanpa musik, hidup tentulah sebuah kesalahan". Tentu saja warga memiliki skema produksi, distribusi, sampai konsumsinya semasing. Dalam masalah ini dangdut koplo jadi bukti ejawantah dari otonomnya warga.

Anggapan ke-2 ialah, penalaran estetis bisa disimpulkan sebagai penalaran hasrat (Kant lewat Hauskeller, 2015:35). Ini mendefinisikan jika estetis didasari pada hasrat warga. Hasrat warga didasari pada pola-pola kebudayaan yang dibuat. Tetapi hasrat lekang oleh kelas, sama dalam riset Lono Simatupang pada tesis masternya mengenai dangdut, di mana dangdut masih diperdengarkan dari kelas sosial bawah sampai atas sekalinya, walaupun dengan argumen ada habitus (1996).

Anggapan ke-3 ialah tv yang jadikan dangdut koplo bisa dimakan publik lintasi geo-kultur. Persebarannya tak lagi pada hal transportasi, tetapi pada siaran tv yang terjadi tiap hari. Minimal lebih dari dua stasiun tv mempertunjukkan dangdut di tiap malam, baik judul konser sampai judul kontestasi.

Ringkasan dari ke-3 hal itu, bisa diartikulasikan jika dangdut koplo sebagai usaha alternative dalam mempertunjukan kesenian di wilayah. Ini ikut membuat skema hasrat warga makin kuat. Berangkat dari fasilitas transportasi, sampai peredarannnya di tv, ini ikut membuat skema warga makin kuat. Skema penyebaran semacam ini sebagai skema yang memiliki sifat imanent -tidak diakui-, dan hegemonik. Akhirnya hasrat lokal warga pantura, jadi hasrat sentra, atau bisa disebutkan hasrat nasional.


Tags : #pencipta Kendang Koplo #sejarah Dangdut Koplo #pengertian Dangdut Koplo #lagu Koplo Jawa
Author
Kota : Tanjungpandan
Prov : Kepulaun Babel
Negara: Indonesia
Tentang saya:
Hanya orang biasa saja..
Untuk Pendaftaran Klik Daftar

Tulis Komentar

Silahkan login untuk menulis komentar.

Komentar

Belum ada komentar.

Login

Error: Recording file not exists, or is not writable
RajaBacklink
Visitor 1
Artikel 216
Diskusi 3
Upload 314
Foto 42
Komentar 34
Anggota 302
Penulis Artikel 8
Penulis Diskusi 3
Uploader 11
Foto Uploader 7