Anda adalah pengunjung ke 8837 dengan alamat IP 3.237.200.21 dan browser Something else. Sampai saat ini kami memiliki 236 anggota. Hari ini ada 0 Member baru, yaitu:

Komposisi Penyusun Tangga Nada Lagu Dangdut Indonesia

Tangga Nada   17 Jun '2020    0 Komentar    60 view

Sama halnya dengan jenis musik lainnya, terdapat beberapa komponen tangga nada lagu dangdut. Walaupun kerap memperoleh predikat musik kelas rendah, menciptakan alunan dangdut juga ada aturannya. Maka dari itu, susunan tangga nada tersebut sebagai acuan agar dapat menciptakan alunan yang baik dan dapat menghipnotis penikmatnya. Lalu apakah yang menjadi pembeda antara irama dangdut dengan jenis musik yang lain? Simak penjelasan singkatnya di bawah ini!

Perkembangan Aliran Musik Dangdut Di Indonesia

Aliran musik dangdut sering disebut dengan musik rakyat jelata. Tak berlebihan memang karena pada realitanya penikmat dangdut rata-rata berasal dari masyarakat kelas menengah ke bawah. Reputasi musik dangdut juga cukup skeptis, seperti koplo, panggung yang penuh sesak, penyanyinya berpakaian minim lengkap dengan goyangannya dan orkestra alat musik berdasarkan cara memainkannya.

Dalam perjalanannya, musik dangdut mendapat pengaruh dari berbagai kebudayaan. Misalnya Melayu, Arab dan India. Musik dangdut juga tumbuh dengan sentuhan aliran rock yang dibawakan apik oleh sang legenda, Rhoma Irama. Lirik dalam lagu dangdut berkisah tentang percintaan, lika-liku kehidupan social manusia hingga suasana politik di Indonesia. 

Ciri-Ciri Bentuk Musik Dangdut

Dalam panggung dangdut, alat musik yang dimainkan biasanya akustik. Kalau pada jaman dahulu, alat musiknya berupa gendang, akordion, seruling, mandolin dan lain-lain. Saat ini, telah berkembang dengan penambahan dari biola atau organ. Irama dalam susunan tangga nada lagu dangdut dibagi menjadi tiga macam. Irama dengan tempo sangat lambat atau senandung, tempo yang lumayan cepat disebut dengan lagu dua, serta makinang yang bertempo sangat cepat.

Dari segi lirik lagu, kata-kata penyusunnya masih ke arah pantun. Hal ini membuat lagu dangdut mudah diterima di berbagai kalangan masyarakat Indonesia. Dari ketiga jenis irama yang telah disebutkan di atas, yang paling sering dijumpai adalah versi senandung. Sehingga hal ini menimbulkan suasana melankolik bagi yang mendengarnya. Walaupun ada juga yang berirama agak cepat hingga cepat, biasanya disebut dangdut koplo oleh orang awam.

Komponen Utama Penyusun Musik Dangdut

Komponen penyusun musik dangdut memiliki kesamaan dengan aliran musik yang lain. Terdapat 2 macam komponen, yaitu komponen utama dan komponen tambahan. Ciri komponen utama pada musik dangdut adalah terdapat 2 susunan frase pada periode atau kalimat musik. Periode tadi terdiri dari huruf besar seperti A, B dan C.

Dua frase dari periode tersebut adalah frase anteseden dan frase konsekuen. Frase anteseden merupakan awal dari kalimat yang terdiri dari birama (birama 1-4 atau birama 1-8), lalu berhenti dengan nada yang mengambang (akor dominan atau half cadence). Sedangkan frase konsekuen merupakan bagian kedua dari kalimat pada birama (birama 5-8 atau birama 9-16) yang berhenti pada akor tonika.  

Komponen Tambahan Lagu Dangdut

Komponen tambahan pada musik dangdut terdiri dari intro, interlude dan koda. Tidak ada aturan penyusunan yang mengikat tentang komponen tambahan di musik dangdut. Jumlah dari birama, jumlah pola kadens serta harmoni yang seringnya dikategorikan sebagai susunan tambahan. Hal ini tergantung dari kreativitas komposer dangdut dalam menentukan komposisi tangga nada lagu dangdut.


Tags : Tangga Nada Lagu Dangdut, Ciri-Ciri Bentuk Musik Dangdut, Aliran Musik Dangdut, Komponen Tambahan Lagu Dangdut

Author
Kota : Tanjungpandan
Prov : Kepulaun Babel
Negara: Indonesia
Tentang saya:
Hanya orang biasa saja..
Untuk Pendaftaran Klik Daftar

Tulis Komentar

Silahkan login untuk menulis komentar.

Komentar

Belum ada komentar.


Online: 1
Users: 0


Visitor 8837
Artikel 170
Diskusi 3
Upload 311
Foto 41
Komentar 25
Anggota 236
Penulis Artikel 8
Penulis Diskusi 3
Uploader 9
Foto Uploader 6