Anda adalah pengunjung ke 18654 dengan alamat IP 44.192.27.11 dan browser Something else. Sampai saat ini kami memiliki 285 anggota. Hari ini ada 0 Member baru, yaitu:

Landasan Historis Sejarah Hari Musik Nasional yang Simpang Siur

Sejarah Musik   19 Mar '2021    0 Komentar    52 view

Hari Musik Nasional adalah sebuah momentum tahunan yang  secara resmi telah di umumkan baru berusia Enam tahun. Tetapi 10 tahun sebelum diratifikasi, momentum ini telah diproklamirkan oleh Presiden Megawati Soekarnoputri dan dirayakan dalam lingkup terbatas oleh para pemain Asosiasi Musisi pada waktu itu.

Peringatan ini disepakati dan didirikan secara resmi untuk dirayakan pada 9 Maret setiap tahun. Ini adalah tanggal yang diyakini berasal dari kelahiran upah Rudolf Supratman, 116 tahun yang lalu. Supratman adalah komposer dan pencipta Anthem Nasional Indonesia.
 
Siapa yang setuju? Salah satunya adalah Pappri, sebuah asosiasi yang pada saat itu masih memiliki kesatuan penyanyi seniman, penulis lagu, dan stylist musik rekaman Indonesia. Nama lengkapnya sekarang menjadi Asosiasi Seniman Penyanyi, penulis lagu, dan musisi Republik Indonesia.

Menurut Historia Records, Pappri telah mengusulkan Hari Musik Nasional sejak Kongres Ketiga mereka pada tahun 1998. Bens Leo, pengamat musik yang sekarang menjadi kepala Public Relations Pappri, dikonfirmasi ke MedCom.Id bahwa Pappri adalah Hari Musik Nasional yang berwenang. Asosiasi ini didasarkan pada tanggal lahir Supratman WR mengenai sejarahnya sebagai pencipta Indonesia Raya, lagu yang mewakili bangsa dan secara rutin dinyanyikan setiap minggu.
 
Siapa yang mengatur? Itu adalah pemerintah melalui Keputusan Presiden Nomor 10 tahun 2013 yang ditandatangani oleh Susilo Bambang Yudhoyono pada 9 Maret 2013.
 
Keputusan presiden ini juga mengandung tujuan yang sangat ideal. Penentuan hari-hari musik dianggap sebagai bagian dari upaya "Meningkatkan apresiasi publik terhadap musik Indonesia, meningkatkan kepercayaan diri dan motivasi musisi Indonesia, dan meningkatkan prestasi yang mampu meningkatkan tingkat musik Indonesia secara nasional, regional, dan internasional".

Pappri menyambut keputusan itu dengan senang hati. Tantowi Yahya, penyanyi negara yang pada saat itu menjabat sebagai ketua umum Papri dan anggota Dewan Perwakilan Rakyat, mengatakan bahwa perjuangan mereka selama 10 tahun akhirnya terbayar. Tantowi, seperti dikutip oleh Kompas setiap hari, menganggap penentuan Hari Musik Nasional sebagai bentuk perhatian pemerintah terhadap kontribusi praktisi musik Indonesia sejak era pra-kemerdekaan.
 
"Kami berterima kasih kepada pemerintah dan harapan, pemerintah akan lebih membahas dengan kami dalam menangani pembajakan," kata Tantowi.
 
Masalah pembajakan untuk rilis karya musik telah disuarakan oleh Pappri dan sejumlah pihak terkait setidaknya sejak 1990-an. Dapat dilihat bahwa dengan ketentuan Hari Musik Nasional, praktisi musik yang diwakili oleh organisasi seperti Pappri memiliki "momentum nasional" untuk masalah suara di industri cpercers atau mengadakan kegiatan terkait musik.
 
Sejak 2004, Pappri dan sejumlah musisi mengadakan perayaan musik musik, antara lain, dengan peristiwa dan pertunjukan musik Nugraha Bhakti Music (NBMI) di Istana Negara.

Kemudian, Konferensi Musik Indonesian Inaugural di Ambon pada tahun 2018, yang didukung oleh Pappri dan memiliki hubungan dengan rancangan RUU RUU yang kontroversial, juga diadakan dalam momentum ini (menurut Glenn Fredly, konferensi kedua akan diadakan di Jakarta di Jakarta November 2019).
 
Tetapi satu masalah mendasar meledak, bahkan sebelum 9 Maret disahkan sebagai hari musik. Kisah sejarah lainnya mengatakan bahwa WR suppratman tidak dilahirkan pada 9 Maret 1903, tetapi pada 19 Maret 1903.Tempat kelahirannya tidak di Jatinegara, Jakarta, tetapi di Purworejo.
 
Tempat dan tanggal lahir adalah salah satu kontroversi lain atas Suprata WR, di samping kontroversi tentang asal-usul lagu-lagu Indonesia.

Tanggal Lahir WR Supratman

Kepastian ketika tanggal lahir WR Supratman telah diperdebatkan sejak dekade terakhir. Buku Sejarah, Tombstone, dan keluarga mengatakan bahwa upah lahir di Meester Cornelis (sekarang disebut Jatinegara) pada Senin Upah, 9 Maret 1903.
 
"Kita perlu menjelaskan, tanggal lahirnya upah Rudolf Supratman adalah 9 Maret 1903, bukan 5 Maret," kata B Budi Harry, upah Cucu yang tinggal di Jakarta Timur, ke Kompas setiap hari melalui surat pembaca.
 
Soerachman, keponakan Wage, memprotes Museum SoPratman WR di Surabaya sebelum museum ini diresmikan oleh pemerintah kota pada 10 November 2018. Soerachman mengatakan museum itu telah membelokkan kisah-kisah sejarah karena menulis bahwa upah purwerejo pada 19 Maret 1903. Dia Mengacu pada cerita keluarga, buku-buku tulisan ayahnya, Nisan di makam Jalan Kenjeran, dan biola warisan upah.
 
"Tiga referensi ini menguat di mana WR Supratman lahir, yaitu 9 Maret 1903 dan Jatinegara. Jadi, itu harus dipegang teguh. (Informasi) di museum yang akan diresmikan oleh pemerintah kota berbeda," kata Soerachman kepada Surya. Co.ID.
 
Menurut Soeracman, tidak mungkin untuk upah lahir di Purworejo karena ketika mengejar pemerintah Belanda, upah berlari ke Surabaya dan bukan ke Purworejo.
 
Sementara itu, tim penyelarasan historis WR Supratman dan Pengadilan Distrik Purworejo menyatakan bahwa Supratman dilahirkan oleh Hamlet Trembelleng, Desa Somongari, Kabupaten Kaligesing, Purworejo pada hari Kamis Upah, 19, 1903. Keputusan itu disimpan oleh Pengadilan pada 29 Maret 2007 dengan nomor 04 / PDT.P / 2007 / PN PN.

Tim penyelarasan historis WR Supratman telah dibentuk oleh Pemerintah Kabupaten Purworejo pada tahun 2008. "Sebagai penduduk Purworejo," kata Wakil Bupati Mahsun Zain seperti dikutip oleh Antara, "Kami berharap ada pengakuan formal bahwa WR Supratman adalah putra Bangsa yang lahir di Purworejo. Kami juga meminta upaya bersejarah agar cucu-cucu mendapatkan informasi yang tepat. "
 
Aplikasi untuk perubahan, kata Mahsun, telah memasuki Sekretariat Negara pada tahun 2008. Perubahan didasarkan pada keputusan hukum pengadilan dan sejumlah informasi yang dikumpulkan oleh tim rekigasi historis. Jika pemerintah pusat menentukan hal yang sama, pemerintah Kabupaten Purworejo akan menjadikan Somansari sebagai desa wisata.
 
Menurut Soekoso DM, anggota tim penyelarasan historis, informasi bahwa Jatinegara adalah tempat kelahiran upah yang berangkat dari pengakuan Roekijem Soepratinah van Eldik (Suster Wage), yang ditulis oleh Oerip Supardjo (Sister Wage). Oerip mengirim cerita kepada Matah Mona, yang kemudian menulis biografi WR Supratman, pencipta lagu nasional kami dengan Yusuf a puar. Buku ini telah diterbitkan oleh sebuah CV Indradjaya pada tahun 1976.
 
Namun, menurut Soekoso, dokumen-dokumen yang lahir di Jatinegara dan Arsip Nasional Jakarta tidak pernah ditemukan. Dia juga menyebutkan bahwa Oerip telah membawakan informasi yang diberikannya kepada Mata Mona. Katanya, upah lahir di desa Somongari.
 
Mengapa Roekijem menyebut Jatinegara? Mereka mencurigai Roekijem, yang menikah dengan Belanda, malu jika Pencipta Lagu Indonesia lahir di desa.
 
Itu masalah kelahiran. Mengenai tanggal lahir, Soekoso dan tim berangkat dari vonis persidangan di PN Purworejo pada tahun 1978. Kata Soekoso, persidangan tersebut disajikan dua warga Somongari sebagai saksi upah kelahiran, yaitu Amrejo Kasum dan Martowjoyo Tepok. Menurut mereka, upah lahir di sana pada hari Kamis upah pada bulan Maret 1903, tetapi lupa tanggal.
 
Kata "upah" di sini mengacu pada nama hari dalam kalender Jawa. Selama Maret 1903, Kamis dan Upah jatuh bersama pada tanggal 19, sedangkan ke-9 adalah Senin Wage.
 
Selain itu, putusan Pengadilan Distrik Purworejo 29 Maret 2007 mendukung fakta-fakta pemerintah Kabupaten Purworejo. Persidangan memutuskan bahwa upah lahir di Somongari pada 19 Maret 1903.
 
"Sampai sekarang, referensi ke asal usul upah di Purworejo masih lengkap," kata Soekoso, seperti dikutip oleh Antara.
 
Pemerintah pusat tampaknya bermain aman. Dalam Keputusan Presiden Nomor 10 Tahun 2013 yang disahkan oleh Susilo Bambang Yudhoyono pada 9 Maret, itu tidak tertulis informasi tentang WR Supratman sebagai dasar untuk menentukan. Mengenai tanggal, keputusan presiden hanya menulis bahwa "musisi Indonesia bersama masyarakat telah memperingati 9 Maret sebagai Hari Musik Nasional".

Perayaan Hari Musik Nasional Kini

Ketika diluncurkan pada 2003 oleh Presiden Megawati Soekarnoputri, Hari Musik Nasional dirayakan di Istana Negara Jakarta dengan Pappri dan sejumlah musisi. Ada Titiek Puspa juga, yang menurut Kompas, menyanyikan "duet" dengan Megawati untuk lagu-lagu di wajah Anda, saya melihat bulan.
 
Pappri mengadakan perayaan tahunan sejak 2004. Mereka membuat penghargaan tahunan untuk Nugraha Bhakti Musik Indonesia untuk praktisi musik yang dianggap penting dan berpengaruh, termasuk mereka yang telah meninggal. Mereka juga mengadakan pertunjukan musik di istana negara dan Ancol. Mereka tidak ingin hari-hari musik nasional tidak hanya meluncurkan belaka, tetapi juga dirayakan oleh publik.
 
Pappri Jawa Timur membuat perayaan Hari Musik Nasional 2004 dengan pertunjukan musik dan ziarah ke kuburan WR Supratman. Selain itu, mereka juga membuat kampanye anti-pembajakan. Tetapi menurut laporan Kompas (6 Maret 2004) perayaan ini kurang terdengar.
 
Momentum Tahun-tahun berikutnya hampir selalu dipenuhi dengan perayaan, setidaknya oleh Pappri. Bahkan pada tahun 2006, musisi seperti Iga Mawarni, Vina Panduwinata, James F Sundah, dan Dina Mariana mendistribusikan bunga kepada penduduk di sekitar bundaran.
 
Pada 2018, Papri memiliki kesempatan untuk merayakan Hari Musik Nasional di Istana Negara dengan Presiden Joko Widodo. Banyak musisi yang hadir, salah satunya Raisa mendapat hadiah sepeda dari Jokowi. Dalam momentum itu, Pappri juga mengadakan konferensi nasional ke-7.

Sementara itu di Ambon, Glenn Fredly dengan organisasi kami Musik Indonesia kami (kami) mengadakan konferensi musik Indonesia pertama selama tiga hari. Konferensi ini membahas berbagai masalah di industri musik, yang kemudian dirangkum dalam 12 poin deklarasi.
 
Tahun ini, Pappri sudah memiliki agenda untuk kembali merayakan Hari Musik Nasional pada bulan Maret. Menurut Bens Leo, upacara akan diadakan di Perpustakaan Nasional Jakarta. Pappri akan menjadi fasilitator oleh Cipta Indonesia (KCI) yang akan menyediakan royalti rutin kepada musisi dan penyanyi terdaftar. Melalui Undang-Undang Hak Cipta Nomor 28 tahun 2014, royalti diberikan tidak hanya kepada penulis lagu, tetapi juga musisi yang membawa.
 
Terlepas dari Pappri Center, area Papri juga akan membuat perayaan mereka sendiri. Menurut Bens, mereka biasanya akan mengadakan diskusi.
 
Apa sikap pappri terhadap debat kencan kelahiran WR Supratman, yang merupakan satu-satunya dasar sejarah untuk menentukan hari musik nasional?
 
Ketika Pappri Hubungan Masyarakat, Bens menyatakan bahwa masalah upah tanggal lahir tidak perlu dipertanyakan lagi. Dia mempertimbangkan masalah ini selesai melalui Keputusan Presiden 10/2013 tentang Hari Musik Nasional. Pappri tetap percaya diri dengan tradisi aslinya, bahwa 9 Maret adalah hari ulang tahun Upah dan Hari Musik Nasional.
 
"Telah ditentukan oleh Keputusan Presiden. Sebenarnya, perdebatan adalah tempat kelahiran," kata Bens.


Tags : Landasan #Historis #Sejarah #Hari #Musik #Nasional #Yang #Simpang #Siur
Author
Kota : Tanjungpandan
Prov : Kepulaun Babel
Negara: Indonesia
Tentang saya:
Hanya orang biasa saja..
Untuk Pendaftaran Klik Daftar

Tulis Komentar

Silahkan login untuk menulis komentar.

Komentar

Belum ada komentar.

Login

Online: 1
Users: 0
RajaBacklink
Visitor 18654
Artikel 214
Diskusi 3
Upload 314
Foto 41
Komentar 33
Anggota 285
Penulis Artikel 8
Penulis Diskusi 3
Uploader 11
Foto Uploader 6