Anda adalah pengunjung ke 1 dengan alamat IP 18.204.2.146 dan browser Something else. Sampai saat ini kami memiliki 297 anggota. Hari ini ada 0 Member baru, yaitu:

Musik Jazz di Indonesia Muncul Pada Tahun 1919

Sejarah Musik   31 Mar '2021    0 Komentar    164 view

Apa yang Anda kenali masalah musik Jazz?

Tipe musik ini sebagai saluran musik yang dari Amerika Serikat. Musik ini awalannya ada diakhir era 19 dan pada awal era 20. Tapi banyak pula orang yang memandang jika musik ini berakar dari Eropa dan Afrika.

Alat musik jazz yang dipakai diantaranya trompon, gitar, trompet, piano dan saksofon. Di awal perubahannya beberapa orang yang memandang jika musik jazz ialah musik yang bikin pusing dan susah untuk dipahami, tapi bersamaan mengembangnya jaman, musik ini kerap ada dalam saluran musik yang lain.

Lantas bagaimanakah jazz dikenali di Indonesia? mencuplik Historia, musik Jazz masuk di Indonesia pada tahun 1919 lewat The American Jazz Band. Piringan hitam dari band ini dianggap sebagai yang pertama kalinya mengenalkan musik jazz di Batavia. The American Jazz Band jadi musikus jazz pertama kali yang tiba di Tanah Air.

Tetapi, ada banyak yang masih belum ngeh masalah musik ini. Walau pada 1948, beberapa puluh musikus Belanda tiba ke Indonesia untuk membuat orkestra simfoni bersama musikus Indonesia. Musik jazz juga makin dikenali oleh beberapa kelompok. Kemudian, group musik beraliran jazz banyak muncul seperti The Progressive Trio, Iskandar's Sextet, dan The Old Timers and Octet.

Di tahun 1955, seorang mahasiswa Fakultas Hukum Kampus Indonesia, Bill Amirsjah-Rondahaim Saragih atau dikenali bernama Bill Saragih membuat barisan jazz Riders. Anggotanya ialah Herman Tobing, Didi Chia, Paul Hutabarat, dan Yuse. Mereka mainkan beberapa alat musik seperti piano, vibes, flute, piano, bass, dan drum

Jazz tidak cuman berkembang di Jakarta. Dari tahun 1945 sampai 1950 di Surabaya beberapa musikus jazz banyak muncul dan membuat band. Diantaranya ialah Jack Lesmana yang selanjutnya dikenali sebagai ayah kandungan Indra Lesmana. Jack yang dipanggil Godfather musik jazz di Indonesia membuat band namanya Jazk Lemmers yang dengan anggota Bubi Chen (piano), Berges (piano), Didi Pattirane (gitar), Teddy Chen dan Jopy Chen (bass), Maryono (saksofon), Oei Boen Leng (gitar), Mario Diaz (drum), den Benny Hainem (klarinet).
Jack Lesmana

Disamping itu, di Bandung ada musikus seperti Benny Pablo, Eddy Karamoy, Joop Talahahu, dan Leo Masenggani. Jazz juga terus menyebarkan daya tariknya ke beberapa kota di Indonesia.

Musik jazz makin cepat perubahannya saat masuk tahun 1980-an. Saat itu, ada musikus dan vokalis jazz Ireng Maulana, Benny Likumahuwa, Elfa Secioria, dan Luluk Purwanto. Waktu itu, band asal Indonesia, Bhaskara, justru diundang sah di festival jazz berprestise di Belanda, North Sea Jazz.

Indonesia makin dilihat oleh dunia internasional saat anak Jack Lesmana, Indra Lesmana yang menuntaskan sekolahnya di Australia membuat band ‘Nebula' bersama musikus Australia. Band ini melaunching album No Standing. Indra membuat empat kreasi di album itu (No Standing, The First, Sleeping Beauty, ‘Tis time to part). Album ini disanjung oleh majalah jazz ternama dunia, Downbeat, waktu itu.

Indra selanjutnya pulang ke Indonesia dan tergabung dengan band jazz asal Bandung Krakatau. Bersama Krakatau, musik Jazz juga perlahan terkenal diterima warga.

Musik Jazz di Indonesia selanjutnya berkembang dengan cepat di zaman 80 an sesudah beberapa mahasiswa UI membuat band namanya Chesario. Salah satunya personelnya Chandra Darusman selanjutnya membuat band Karimata yang cukup sukses saat melaunching album.

Beberapa band jazz selanjutnya lahir dari kelompok universitas dan beberapa anak gedongan Jakarta. Mereka keluarkan album yang dicintai warga. Terdaftar ada beberapa nama seperti Black Fantasy, Spirit Band, Emerald Band, Halmahera dan Modulus.

Warga selanjutnya makin mengenali jazz saat seorang musikus namanya Dian Pramana Putra mengeluarkan album Indonesian Jazz Vokal (1983), Intermezzo (1984) dan Kau Seputih Melati (1986). Dian membuat musik Jazz makin diterima oleh warga umum karena lebih memprioritaskan elemen popnya. Tidak cuman Dian PP, ada Fariz RM yang sukses mendatangkan musik jazz dengan beberapa lagu yang dapat dicicipi anak muda.

Hadirnya band jazz Squirrel dari Dewa Budjana membuat blantika musik jazz di Tanah Air makin warna. Reputasi musik jazz capai pucuk dengan dibuatnya Institute Musik Indonesia dan Sekolah Musik Indonesia, yang hingga saat ini jadi pembuat musikus terbaik, khususnya jazz, di Tanah Air.

Sayang setelah tahun 1990, musik jazz malah menurun. Jazz seakan-akan terpinggirkan. Panggilan sebagai musik tua, dan menjemukan kembali terpikir.

Tetapi di pengujung akhir 90an, Syaharani datang dengan album jazz ‘What a Wonderful World' bersama Bubi Chen, Benny Likumahuwa, Sutrisno, Oele Pattiselano, dan Cendi Luntungan. Album ini mengantar musik jazz masuk zaman di dasawarsa baru. Jazz kembali lagi mulai dilirik oleh warga.

Mujur, pada tahun 2000an, Andien coba bawa kembali musik jazz di Indonesia. Di sekarang ini, festival-festival musik jazz, seperti Java Jazz kembali menolong mengusung jenis musik ini di kelompok pendengar Tanah Air. Hampir bertepatan, deretan musikus jazz seperti Tompi, Maliq dan D`Essentials, Raisa, Ikhlas sampai Joey Alexander banyak muncul dari tahun ke tahun. Memeriahkan sekalian kembali bawa musik jazz ke warga.


Tags : #sejarah Musik Jazz #musisi Jazz Indonesia #musik Jazz Di Indonesia Muncul Pada Tahun
Author
Kota : Tanjungpandan
Prov : Kepulaun Babel
Negara: Indonesia
Tentang saya:
Hanya orang biasa saja..
Untuk Pendaftaran Klik Daftar

Tulis Komentar

Silahkan login untuk menulis komentar.

Komentar

Belum ada komentar.

Login

Error: Recording file not exists, or is not writable
RajaBacklink
Visitor 1
Artikel 216
Diskusi 3
Upload 315
Foto 42
Komentar 34
Anggota 297
Penulis Artikel 8
Penulis Diskusi 3
Uploader 12
Foto Uploader 7