Anda adalah pengunjung ke 19757 dengan alamat IP 3.235.191.87 dan browser Something else. Sampai saat ini kami memiliki 291 anggota. Hari ini ada 0 Member baru, yaitu:

Sejarah Perkembangan Musik Keroncong di Indonesia

Sejarah Musik   22 Apr '2021    0 Komentar    55 view

Sejarah perkembangan musik keroncong di indonesia. Jika disaksikan dari perubahan musik sekarang ini, kami percaya kemungkinan pendengar musik Keroncong telah turun dengan benar-benar mencolok dari tahun ke tahunnya. Bahkan bisa saja sebagian orang dari kita masih asing dengan musik ini.

Salah satunya rekanan paling dekat menjelaskan jika musik Keroncong ialah musik wilayah yang sudah pasti sebagai wakil cuma beberapa wilayah saja, dan hal itu yang membikin tidak semua rakyat Indonesia tidak paham dan ‘mungkin' tak perlu tahu apakah itu musik Keroncong. Lantas kami menanyakan, "Menurutmu, musik apa yang sebagai wakil kultur Indonesia?" Dan dia menjawab, "Yaa sudah pasti dangdut. Dangdut is the music of my country!"

Sedikit melempengkan, Dangdut memang lumayan dikenali sebagai salah satunya musik yang sebagai wakil Indonesia. Namun, Dangdut sendiri bukan sebagai musik asli dari Indonesia. Menurut Ages Dwi Harso, Dangdut sebagai musik turunan dari Negara India dan Arab. Bahkan juga jika menyaksikan jauh ke sejarahnya, musik Keroncong yang lebih patut disebutkan sebagai musik asli Indonesia.

Baca juga: Musik Jazz di Indonesia Muncul Pada Tahun 1919

Awal mula datangnya musik Keroncong

Akar dari Keroncong rupanya mulai masuk di Indonesia pada era ke-16. Musik ini dibawa oleh beberapa pelaut dan budak kapal dari Portugis. Musik semacam ini sebelumnya dikenali bernama Fado, di mana namanya tersebut sebagai nama atribut dari Portugis.

Musik ini mulai masuk di Indonesia persisnya di Malaka. Meskipun periode jaya Portugis mulai menurun di Indonesia, musik ini tidak lalu raib demikian saja. Beberapa budak di Maluku saat itu mulai meresap musik itu dan memainkan di wilayah mereka.

Dalam perubahannya, musik ini mulai dimasukkan dengan bermacam jenis elemen nusantara, seperti gamelan dan suling. Musik Keroncong juga banyak mulai dikenali di semua daratan Indonesia, sampai selanjutnya mulai kembali redup seputar tahun 1960-an.

Redupnya musik Keroncong karena mulai memimpinnya kultur musik populer dalam dunia, seperti Pop dan Rock. Timbulnya The Beatles jadi salah satunya factor cepatnya penyebaran musik terkenal ke seluruh dunia, terhitung Indonesia.

Terkecuali rekonsilasi dari musik Fado yang dibawa bangsa Portugis di zaman ke-16, musik Keroncong sendiri baru dengan sah dikenal di Indonesia pada tahun 1880. Pengubahan yang terjadi dari pertama kali musik Fado masuk di Indonesia ialah nada-nada yang dipakai.

Musik Fado sendiri sebelumnya semakin banyak mainkan suara minor karena ada dampak dari Arab yang sempat juga menempati Portugis. Peralihan suara dari minor ke mayor mulai terjadi saat penggantian periode dari Portugis ke Pemerintahan Hindia Belanda. Pada periode itu, beberapa praktisi musik Fado harus menyanyikan beberapa lagu mereka dalam Gereja Protestan dan otomatis suara yang umum mereka pakai juga beralih menjadi mayor.

Dampak yang lain tiba dari musik Hawai yang kental dengan suara mayor, dan masuk di Indonesia nyaris bertepatan dengan timbulnya musik Keroncong.

Perkembangan musik Keroncong

Kemungkinan untuk yang pernah membaca mengenai riwayat Keroncong sedikit akan bertanya, "Bukanlah Keroncong terlahir di tengah 1880? Lantas apa hubungan dengan kehadiran Fado di era ke-16?"

Keroncong sendiri secara kultur dijumpai lahir tahun 1880. Dari awalnya masuknya Fado di era ke-16 tidak langsung membuat musik itu sebagai musik Keroncong. Kedatangan Fado sebagai "akar" dari timbulnya Keroncong. Sekedar hanya akar yang memengaruhi timbulnya musik Keroncong.

Singkat kata, di tahun 1880 lah musik Keroncong baru betul-betul datang dan dikenali sebagai identitas musik dari Indonesia. Salah satunya argumennya ialah karena alat musik yang dipakainya ialah alat musik yang kental hubungannya dengan budaya Indonesia, seperti rebab, suling bambu dan set gamelan.

Dari tahun 1880, menurut Sunarto Joyopuspito, musik Keroncong telah melalui 4 babak, yakni Keroncong tempo doeloe (1880 - 1920), Keroncong kekal (1920 - 1960), Keroncong kekinian (1960 - 2000) dan Keroncong millennium (2000 - sekarang ini).

Baca Juga: Evolusi Musik Dangdut Indonesia

Hingga saat ini, musik Keroncong masih diperjuangkan oleh beberapa musikus supaya keberadaannya tidak kalah terkena oleh beberapa jenis musik yang lain. Ada banyak nama besar musikus Indonesia yang pilih Keroncong sebagai musik khusus mereka, maupun sebagai salah satunya tipe musik yang mereka pakai.

Bram Aceh, Gesang, Waldjinah, Mus Mulyadi, Hetty Koes Endang, Emilia Contessa, Indra Utami Tamsir, Sundari Soekotjo, dan Bondan Prakoso sebagai sedikit dari beberapa musikus Indonesia yang ikut memperkenalkan musik asli Indonesia ini, bahkan ke seluruh dunia.

Demikianlah pembahasan kali ini mengenai sejarah perkembangan musik keroncong di indonesia semoga artikel ini dapat bermanfaat!


Tags : #sejarah Perkembangan Musik #sejarah Seni Musik #perkembangan Sejarah Musik #sejarah Tentang Musik
Author
Kota : Tanjungpandan
Prov : Kepulaun Babel
Negara: Indonesia
Tentang saya:
Hanya orang biasa saja..
Untuk Pendaftaran Klik Daftar

Tulis Komentar

Silahkan login untuk menulis komentar.

Komentar

Belum ada komentar.

Login

Online: 1
Users: 0
RajaBacklink
Visitor 19757
Artikel 216
Diskusi 3
Upload 314
Foto 43
Komentar 33
Anggota 291
Penulis Artikel 8
Penulis Diskusi 3
Uploader 11
Foto Uploader 7